Koperasi Modern Hajar Koperasi Katrok “Rahasia Mbok Imah”

25-September-2022
https://asprindo.id/files/cache/a2598d478ad487699f70c41f554536cb_x_Thumbnail300.jpg

Beberapa waktu yang lalu meroketnya harga kedelai bencana bagi pengrajin tempe tahu yang awalnya kisaran Rp. 7.000 – Rp. 9.000 per kilo kali ini melambung mencapai kisaran Rp. 11.300 – Rp. 12.500, cukup membuat para pengrajin berputus asa (www.liputan6.com Infografis Harga Kedelai Melambung, Pengrajin Tahu Tempe Kelimpungan). Hal ini cukup memprihatikan dari berbagai kalangan dan pihak, terkena imbasnya tidak hanya pengrajin tahu tempe saja, namun masyarakat pengkonsumsi tahu, tempe, ataupun olahannya.  

        Melambungnya harga kedelai dirasakan pengrajin di Kota Salatiga juga, melejitnya harga kedelai di pasaran juga cukup meresahkan.Namun Mbok Imah nampaknya santai – santai saja, dia masih membuat tempe, tahu, dan olahannya setiap hari dengan kualitas yang baik bahkan dengan harga yang sama pula. Hal ini tentu saja membuat pengrajin yang lain berdesak keheranan. Mengapa bisa dalam kondisi krisis seperti ini Mbok Imah bisa memproduksi tempe, tahu, dan olahannya secara konsisten dengan harga yang sama?

        Rasa keheranan pengrajin tempe tidak hanya berhenti sampai disitu, mereka hampir tidak pernah melihat mbok Imah keluar dari rumah untuk sekedar membeli atau menjual barang kebutuhan produksi namun masih saja lancar setiap harinya. Kali ini rasa penasaran dan keheran para pengrajin tempe tersebut tidak bisa dibendung tentu saja mereka merasa harus tahu. Apa nih rahasia dari Mbok Imah?

        Sebelum kita bongkar kiat dan rahasia dari Mbok Imah, kita juga perlu tahu latar belakang dari perempuan yang lekat dengan nama panggilan Mbok Imah ini. Perempuan paruh baya ini sudah menggeluti usaha produksi tempe sudah dari sejak masa mudanya. Usaha yang digeluti oleh Mbok Imah ini adalah produksi tempe dan tahu serta olahan berbahan dasar tempe dan tahu seperti keripik tempe, keripik tahu, tahu walik, dan masih ada banyak lainnya. Setiap hari ini Mbok Imah membutuhkan 50 – 100 kg kedelai, pada hari – hari tertentu bisa lebih sehingga inilah menjadi alasan mengapa para pengrajin tempe tahu lainnya pensaran dengan Mbok Imah.

        Untuk mengobati rasa penasaran pengrajin tempe lainnya mungkin saya akan sedikit menceritakan hal menarik tentang Mbok Imah, serta alasan mengapa dengan adanya krisis naiknya harga tempe Mbok Imah  masih bisa memproduksi tempe dan menjual dengan harga yang stabil? Ditambah lagi pertanyaan mengapa Mbok Imah bisa tetap memproduksi tanpa terlihat keluar rumah untuk berbelanja? Menarik bukan, Apakah Mbok Imah memiliki sihir istimewa? Atau Mbok Imah dapat melipat gandakan uang?

        Jawabannya, Bukan !!tidak sama sekali saudara – saudar,  sepele jawabanya dia hanya bergabung sebagai anggota dari Koperasi Produsen Primkopti Handayani Salatiga. Sebagai anggota Koperasi Produsen Primkopti Handayani Salatiga Mbok Imah mendapat fasiltas kedelai selisih harga dari pemerintah melalui koperasi. Fasilitas ini istimewa hanya untuk anggota koperasi yang datanya terdaftar dalam buku anggota Koperasi dan merupakan anggota aktif yang secara rutin membayar simpanan wajib koperasi dan mengikuti kegiatan – kegiatan perkoperasian.

        Fasilitas ini didapat Koperasi bukan hal yang mudah, merupakan bagian dari perjuangan Rakernas Primkopti di Surabaya sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap nasip pengrajin tempe tahu atas kenaikan harga kedelai yang meroket cukup tinggi dengan tujuan supaya pengrajin tempe dan tahu bisa tetap stabil dalam produksi tahu dan tempe serta menjaga ketersediaan pemasokan dan stabilitas harga komoditas kedelai. Bantuan selisih harga ini disalurkan melalui Primkopti di daerah masing – masing, salah satunya yang bisa mengakses Koperasi Produsen Primkopti Handayani Salatiga dengan sistematika pengrajin tempe tahu yang bergabung menjadi anggota Primkopti Handayani Salatiga bisa membeli kedelai dengan harga Rp. 1.600 dengan Rp. 200 rupiah masuk sebagai tabungan anggota. Pengrajin tahu tempe bisa membali kedelai dengan jenis nya kedelai monas ada kedelai wayang SGM kedela bola ijo kuota yang sedikit karena dibagi dengan kopti yang lain.

        Dengan adanya fasilitas bantuan dari pemerintah melalui Koperasi Produsen Primkopti Handayani Salatiga, tentu saja Mbok Imah bisa memperoleh pasokan kedelai dengan stabil, Mbok Imah bisa mendapat harga kedelai yang terjangkau lebih rendah dari harga di pasaran. Ditambah lagi Mbok Imah tidak perlu datang ke kantor Koperasi Produsen Primkopti Handayani Salatiga untuk membeli kedelai, hanya menggunakan gawai saja tidak hanya kedelai bahkansemua barang kebutuhan yang dia butuhkan mulai dari kebutuhan produksi sampai dengan kebutuhan sehari – hari yang denngan sekali klik saja, Mbok Imah hanya tinggal menunggu dirumah karena barang – barang itu dapat diantar dengan cepat. Inilah jawaban dari pertanyaan kedua mengapa Mbok Imah tidak pernah repot keluar untuk berbelanja?.

        Menjawab pertanyaan yang selanjutnya mengapa Mbok Imah tidak harus keluar rumah untuk berbelanja, dikarenakan Primkopti Handayani Salatiga sudah mengembangkan toko Kopti Online yang bisa diakses melalui website https://kopti-salatiga.com/ dan bisa diakses dengan aplikasi gawai dengan mendowload di play store Toko Kopti Salatiga. Toko Kopti Salatiga ini menjual berbagai macam kebutuhan pokok mulai dari kedelai, beras, madu, kecap, dan masih banyak lagi. Barang – barang yang dijual di Toko Kopti Salatiga ini tidak lain tidak bukan adalah barang – barang yang dijual oleh anggota Koperasi Primer Primkopti Handayani Salatiga sendiri.

        Bisa dilihat betapa kerennya Mbok Imah bergabung menjadi anggota koperasi, tidak hanya mendapat potongan harga kedelai, atau mendapat kemudahan dalam berbelanja. Berdasarkan UU Perkoperasian No. 25 tahun 1992 dalam prinsip koperasi salah satunya yaitu Kemandirian. Mbok Imah juga diikutsertakan dalam pelatihan mengolah Tempe dan Tahu menjadi makanan yang lekat dengan anak muda. Seperti membuat steak dari tempe, brownis tempe, sempolan dari tempe, dan banyak lagi olahan modern yang berbahan dasar tempe.

        Dalam hal ini Koperasi Primer Primkopti Handayani Salatiga jugamendorong anggota koperasi untuk mengikuti perkembangan zaman, inovasi produksi dan mengelola usaha secara modern. Karena Koperasi Primer Primkopti Handayani Salatiga sendiri juga mengembangkan pencatatan anggota secara online, simpan pinjam online, dan juga pencatatan serta pelaporan secara digital juga. Sehingga untuk memotivasi anggotanya untuk berkembang secara digital bukan hal baru.

        Mungkin adalah baik kalau kita mengenal sedikit lebih dalam Koperasi Produsen Primer Tahu Tempe Indonesia Handayani Salatiga yang biasa di sebut dengan Koperasi Produsen Primkopti Handayani Salatiga berlokasi di jalan Nanggulan No. 75 Salatiga merupakan satu – satunya wadah untuk membina produsen pengelolaan bahan makanan kedelai mulai dari pengrajin tempe, tahu, dan berbagai jenis makanan yang diolah dengan kedelai. Koperasi Primkopti Handayani beranggotakan pengrajin tempe tahu dengan jumlah anggota perempuan 350 (tiga ratus lima puluh) orang dan jumlah anggota laki – laki 109 (seratus Sembilan) orang (http://nik.depkop.go.id/). Bidang usaha dikoordinasi oleh manager dengan bidang usaha devisi kedelai, devisi waserda, dan devisi simpan pinjam. Tidak kalah menarik adalah pengurus dari Koperasi Primer Primkopti Handayani Salatiga bisa dikatakan sudah lanjut usia, namun pemikirannya tidak kalah dengan anak – anak melenial.

        75 tahun sudah koperasi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, melintasi ruang waktu  yang cukup panjang menyimpan ribuan memori kejayaan ataupun keterpurukan tentu saja tidak lagi muda kalau disamakan dengan usia manusia. Peran dan andil koperasi dalam menjadi soko guru perekonomian nasional tidaklah mudah mengemban amanat perundang – undangan, menambah cerita panjang sepak terjang koperasi dalam menjalankan prinsip koperasi mulai dari anggota bersifat sukarela dan terbuka, pengelolaan dilakukan secara demokratis, pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing -  masing anggota, pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal, kemandirian, pendidikan perkoperasian, dan kerjasama antar koperasi. Perkembangan kinerja Koperasi sampai Desember 2021 yang terus mengalami peningkatan. Jumlah koperasi aktif 127,846 dan koperasi yang telah memiliki sertifikat nik 41,231 dan telah melaksanakan RAT sebanyak 47,506, dengan jumlah anggota sebanyak 27,100,372 (Kemenkop UKM).

        Perkembangan zaman membawa koperasi untuk bertransformasi, keharusnya untuk mengembangkan sistem modern berbasis digital sudah bukan lagi tuntutan namun kewajiban. Perubahan selera dan mode dalam masyarakat Indonesia saat ini, ditambah mulai memudarnya batasan dunia nyata dan dunia maya, serta keinginan kemudahan dalam mengakses berbagai macam kebutuhan sehari – hari. Nampaknya hal ini mendorong pemerintah untuk membawa koperasi kedalam agenda besar yaitu Koperasi Modern. Kementerian Koperasi UKM sendiri bersikap begitu fleksibel dan begitu epic dengan mengembangkan koperasi modern, menargetkan 500 koperasi modern sampai tahun 2024. Sebagai informasi, sepanjang tahun ini KemenKopUKM telah berhasil menjaring sebanyak 100 koperasi sebagai role model koperasi modern, terdiri atas 40 unit koperasi pangan dan 60 unit di sektor lain yang meliputi KSP, koperasi pariwisata, pemekaran koperasi, koperasi digital, dan koperasi milenial (https://kemenkopukm.go.id/read/enam-jurus-kemenkopukm-ciptakan-koperasi-modern).

        Sebagaimana koperasi modern ini menjadi program yang digunakan untuk mentranformasi koperasi menjadi koperasi yang selaras dengan perkembangan zaman. Koperasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era milenial ini. Agenda koperasi modern ingin mentransformasi koperasi dengan beberapa alasan, pertama berjumlah banyak dengan skala usaha yang kecil biasanya hanya berpusat di simpan pinjam atau toko yang cenderung kecil dan target marketnya sempit. Kedua, Koperasi cenderung berdiri sendiri, mengembangkan sendiri, tidak menjadi rantai yang saling mendukung antar koperasi. Ketiga, koperasi bersifat termaginalkan dari badan usaha yang lainnya. Keempat, Koperasi juga bersifat statis melakukan hal yang sama terus menerus bahkan bertahun – tahun tanpa adanya inisiatif untuk mengembangkan model usaha ataupun menambahkan anggota koperasi.

        Agenda koperasi modern terus dilakukan dengan mendorong koperasi untuk melakukan integrasi usaha hulu – hilir dengan melibatkan kemitraan para pihak dalam rantai pasok sehingga koperasi dapat mengakomodir kepentingan usaha dari anggotanya, sehingga koperasi menjadi leader bagi anggota untuk mendongkrak usaha anggota menjadi usaha skala menengah atau besar, serta koperasi mengembangkan diri sehingga memiliki kapabilitas untuk menampung partisipasi dari anggota, masyarakat, investor ataupun mitra yang ada.

        Kedua, koperasi harus dijalankan dengan manajemen yang professional disertai dengan adanya dukungan teknologi digital dalam bisnis koperasinya. Sehingga koperasi bisa memiliki daya saing di era saat ini, memperluas target market, serta menambah kepercayaan anggota terhadap eksistensi koperasi dan menghancurkan persepsi masyarakat bahwa koperasi itu hanya simpan pinjam saja.

        Ketiga, Koperasi sektor riil didorong untuk memiliki daya ungkit untuk bertumbuh secara usaha, anggota, maupun kelembagaan, koperasi mampu memiliki motivasi yang tinggi untuk berdedikasi dalam mengembangkan usaha koperasi sehingga mampu memberdayakan anggota untuk bertumbuh mandiri secara ekonomi dan usaha. Sehingga koperasi diharapkan untuk sensitif dengan usaha anggota dan menyupport anggota yang mengembangkan komoditas unggulan daerah dan mampu mengemas produk untuk di export.

        Dari agenda koperasi modern, mari kita framingkan ke koperasi Koperasi Primer Primkopti Handayani Salatiga.Mbok Imah salah satu anggota yang menerima manfaat dari keberadaan Koperasi Primkopti Handayani ini. Dimana pengurus dari Koperasi Produsen Primkopti Handayani ini mampu membangun atmosfir untuk mendorong anggotanya untuk maksimal dalam memproduksikan usahanya. Dengan dikembangkannya teknologi digital belanja online di Kopti-Salatiga.com ataupun melalui aplikasi Toko Kopti Salatiga, memudahkan Mbok Imah untuk mengakses kebutuhan usahanya, serta Mbok Imah mendapat kesempatan untuk menjual kembali produknya di Toko Kopti Salatiga tersebut.

        Koperasi yang sensitife dan peka dengan perkembangan jaman, seperti Koperasi Produsen Primkopti Handayani Salatiga ini. Bersinergi dengan agenda koperasi modern yang digaungkan oleh Kementerian Koperasi UKM RI. Inovasi harus terus dilakukan, konstensi dan sinergitas koperasi harus dibangun, koperasi harus berani membuka diri untuk menggubah pola berpikir lebih maju dan mampu mengadaptasikan diri dengen perubahan jaman di era mileninal ini.

          Ditambah lagi koperasi di Indonesia mempunyai dasar konstitusional yang kokoh, yakni didalam UUD 1945 pasal 13 ayat 1 berbunyi : “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan” yang menjadi dasar kuat dari koperasi adalah usaha yang dibangun bukanlah kepemilikan pribadi Ketika koperasi mampu membangun kelembagaan ataupun usahanya menjadi kuat dan besar itu bukanlah milik pengurus atau pengawas ataupun pengelola namun menjadi kepemilikan anggota. Oleh karena itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Inilah konsep dasar koperasi yang tidak dimiliki oleh badan usaha yang lainnya. Sehingga koperasi adalah badan usaha yang begitu istimewa, karena tidak diperuntukan oleh orang – orang yang memiliki kepentingan untuk diri sendiri, atau untuk keuntungan diri sendiri. Betapa koperasi dibangun begitu luhur dan tinggi nilai – nilai nya. Dengan adanya koperasi modern yang menargetkan anak – anak muda dan mensinergiskan dengan kemudahan jaman membawa nilai – nilai luhur yang dibawa koperasi tetap diwariskan kepada anak – anak cucu nantinya.

Komentar

Write Comment