Pemerintah Agar Menyegerakan Stimulus Bagi UMKM

ASPRINDO Jakarta : Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) menyerukan agar pemerintah segera mengucurkan bantuan modal kerja bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Jose Rizal, Ketua Umum ASPRINDO menyatakan pihaknya menyambut baik program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang di antaranya memberikan stimulus bantuan bagi pelaku UMKM agar mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. “Tapi bantuan itu mohon disegerakan. Pengusaha UMKM sudah banyak yang mati suri. Jika bantuan terlambat, saya khawatir ongkos memulihkan ekonomi – khususnya di level UMKM, akan jauh lebih besar ketimbang stimulus itu sendiri. Belum lagi implikasi sosial yang menyertainya,” ungkap Jose di Jakarta. Ia mengapresiasi niat pemerintah memberikan perhatian khusus kepada UMKM, karena merekalah yang paling terdampak pandemi Covid-19 ini. “Tapi penyalurannya masih lamban, dan belum dirasakan langsung oleh pengusaha UMKM!” Ia berharap pemerintah lebih proaktif mendata UMKM serta menyederhanakan proses untuk mendapatkan bantuan. “Agar bantuan itu cepat dan tepat sasaran, tidak ada salahnya pemerintah menggandeng asosiasi pengusaha – khususnya asosiasi yang juga menghimpun UMKM. Karena asosiasi yang lebih paham UMKM yang menjadi anggotanya, termasuk permasalahan sosial-ekonomi mereka,” imbuhnya.

Jose menggarisbawahi persoalan pemerintah terkait dengan implementasi stimulus ekonomi ini. “Saya memahami birokrasi di tubuh pemerintah. Termasuk hal-hal yang terkait dengan regulasi dan koordinasi antar lembaga pemerintah. Tapi ini peristiwa luar biasa. Karenanya, juga butuh tindakan extraordinary. Karena itu pemerintah perlu membuka diri dengan melibatkan atau bersinergi dengan pihak-pihak di luar organ pemerintah untuk bergerak dan bertindak secara bersama-sama.” Optimisme Pengusaha Meski pandemi masih menjadi persoalan serius, ASPRINDO tidak tinggal diam.

ASPRINDO akan terus menumbuhkan optimisme di kalangan pengusaha – khususnya UMKM. Agustus 2020 ini ASPRINDO sudah menjalin kerjasama dengan Yayasan Desa Emas untuk terus mendorong Gerakan Desa Emas. “Ini sebuah program yang bertujuan mewujudkan desa yang mandiri, bermartabat, dimana masyarakatnya merupakan pekerja keras, kompak dan menganut falsafah gotong royong. Yayasan Desa Emas sudah mewujudkannya di banyak tempat. Dan kami di ASPRINDO mendukung program tersebut dengan melibatkan anggota ASPRINDO di berbagai wilayah sebagai bagian dari subjek dan objek dari program itu.

Kebetulan ASPRINDO juga memiliki program Kampung Industri, sehingga kedua program ini tampaknya selaras dan saling beririsan,” ujar Jose. Di luar program itu, Jose Rizal juga berupaya untuk terus mengisi wawasan para pengusaha di level UMKM. Awal September nanti, ASPRINDO bekerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia juga akan menggelar webinar yang akan memberikan insight kepada pengusaha UMKM tentang mekansime go public.

“Selama ini go public identik dengan perusahaan besar. Padahal tidak seperti itu. Pengusaha kecil yang prospektif juga bisa berkembang melalui mekanisme go public. Tapi webinar ini lebih pada upaya pemberian wawasan. Dan barangkali memberikan semacam mimpi atau cita-cita, bahwa membangun usaha kecil itu harus berorientasi menjadi besar,” ujar Jose.

Tata cara go public, menurutnya, bisa menjadi semacam panduan atau orientasi untuk mengembangkan usaha. “Perkara nanti mereka mau go public beneran atau tidak, itu soal lain. Tapi paling tidak, ini memberikan wawasan tentang bagaimana membangun usaha dengan meletakkan dasar-dasar pengelolaan perusahaan yang benar sejak awal.” Jose Rizal berharap, meski pengusaha UMKM dihantam krisis akibat pandemi, tapi pengusaha tidak boleh kehilangan harapan dan optimisme.***

Tags:

KOMENTAR

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>