ASPRINDO Fasiltasi MOU Ekspor Bumbu Rendang Bagi Jama’ah Haji di Kemenkop dan UKM

Asprindo Jakarta : Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) berhasil memfasilitasi pelaksanaan Nota Kesepahaman Bersama pengadaan ekspor rendang menu masakan khas Indonesia untuk 120 ribu jama’ah haji tahun 2020 antara Koperasi Iko Sero dengan perusahaan katering asal Arab Saudi, Al Bait Maamour For Umra Service yang diselenggarakan di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM Jakarta, Rabu (19/1). Acara penandatanganan Nota tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum ASPRINDO, Jose Rizal, Pembina Koperasi Iko Sero sekaligus Wakil Walikota Payakumbuh, H. Erwin Yunaz, SE, MM, Executive Director South Asia Advanced Food Company for Subsistence Service, Ahmad Fahmi Bawazir dan disaksikan oleh Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki beserta jajaran, Anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASPRINDO, dan awak media. Saat memberikan sambutannya, Jose Rizal mengatakan bahwa dalam memilih catering, Tim pengadaan haji Indonesia dari Kementerian Agama RI lebih mengutamakan untuk menggunakan komponen menu makanan dari hasil produksi UMKM dalam negeri sehingga dapat mendorong ekonomi rakyat agar dapat tumbuh dan berkembang sehingga devisa haji dapat kembali ke Indonesia. Erwin Yunaz mengatakan bahwa ekspor bumbu rendang tersebut merupakan sejarah bagi UMKM Indonesia yang bisa menembus pasar luar negeri. “Sebanyak 43 UMKM yang tergabung dalam Koperasi Iko Sero Payakumbuh, siap mengekspor 480 ton bumbu rendang ke Arab Saudi, untuk kebutuhan makan 120 ribu orang jamaah Haji asal Indonesia di musim Haji tahun ini” ujar Erwin Yunaz. “Kami hanya ekspor bumbu dan juru masaknya. Sementara daging memang tidak mau pakai dari sini, tapi lebih bagus dari sana,” ujar Erwin saat siaran pers, Rabu (19/2/2020). Erwin juga mengklaim bahwa bumbu rendang tersebut dapat bertahan selama 1 tahun dengan menggunakan sentuhan teknologi modern tanpa bahan pengawet dengan cita rasa yang tidak berubah. Agar Koperasi dan UMKM berkembang pesat, Pemerintah Daerah Payakumbuh berjanji akan membuat fasilitas UKM dengan skala industri dan biaya APBD dalam memenuhi permintaan yang lebih besar. “Selama ini UMKM membuat sendiri-sendiri dengan keterbatasannya. Kalau diminta dalam jumlah besar, UMKM tidak mampu. Jadi pemerintah membuatkan fasilitas yang berskala indutri,” ujar Erwin kembali. Menkop dan UKM Teten Masduki pun menyambut baik hal tersebut. Ia menyampaikan, para UMKM harus melihat potensi ekspor di sektor kuliner yang sangat besar. “Bumbu rendang sudah memiliki nama pabrikasi standar industri. Bukan cuma di Timur Tengah, mulai dari Malaysia, Hong Kong, Thailand dan Korsel” ujar Teten. “Kita mau nggak cuma rendang, tapi juga orang bisa makan sop buntut instan seperti Sop Buntut Makmun, juga rawon dan lainnya,” ungkap Teten kembali. (Red)

Tags:

KOMENTAR

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>