BUSINESS MATCHING MENJODOHKAN PENGUSAHA SUDAN DAN INDONESIA

ASPRINDO Jakarta : KBRI Khartoum (25/10/2018): “Business Matching atau proses menjodohkan pengusaha, merupakan salah satu metode paling efektif dalam mendorong peningkatan volume perdagangan dan investasi bilateral antar negara. Hal ini juga yang dilakukan KBRI Khartoum pada Trade Expo Indoonesia (TEI) ke 33″ disampaikan Dubes RI Khartoum (Rossalis R. Adenan) dalam sambutannya membuka acara Business Matching Indonesia – Sudan (BMIS) di Ruang Garuda 12, ICE, BSD City, Indonesia.

BMIS tersebut dihadiri oleh lebih dari 70 (tujuh puluh) pengusaha yang terdiri dari: 32 (tiga puluh dua) pengusaha Sudan dan lebih dari 40 pengusaha Indonesia, yang berasal dari beberapa asosiasi, termasuk Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta (HIPMI Jaya).

“Apresiasi tinggi bagi KBRI Khartoum yang telah memfasilitasi pertemuan dengan saudara-saudara kita dari Sudan dan kami siap mendukung upaya KBRI Khartoum dalam meningkatkan hubungan kerjasama pengusaha kedua negara” sambut ketua ASPRINDO (Jose Rizal) yang turut memberikan sambutan, dan didukung juga oleh pimpinan delegasi Sudan (Abdalla Albashir Abdalla Abdelgalil).

“Kegiatan business matching terlihat sederhana namun demikian diperlukan persiapan dan pengorganisasian yang mumpuni agar menghasilkan target yang diharapkan. Oleh karena itu, KBRI Khartoum beserta pihak-pihak terkait melakukan survei dan pengelompokan kebutuhan pengusaha kedua negara sebelumnya, supaya tingkat kecocokan atau jodohnya menjadi tinggi” jelas Dubes RI Khartoum mengawali proses business matching tersebut.

Di awal pelaksanaan BSMI tersebut, langsung terdapat transaksi di tempat yang mencapai US$100.000 untuk produk building materials seperti plywood, pintu kayu, handle, engsel dan kunci pintu. Nilai transaksi tersebut diperkirakan akan terus meningkat signifikan dikarenakan terdapat beberapa transaksi potensial yang masih dalam proses penjajakan atau negosiasi atas produk-produk seperti pharmaceutical, paper products & stationery, dental equipment, furniture dan peralatan konstruksi. Pada TEI ke 33 ini, Kementerian Perdagangan RI menargetkan transaksi perdagangan mencapai US$1,5 milyar atau sekitar Rp22,5 triliun.​​

 

Sumber :

https://www.kemlu.go.id/khartoum/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/BUSINESS-MATCHING-MENJODOHKAN-PENGUSAHA-SUDAN-DAN-INDONESIA.aspx

Tags:

KOMENTAR

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>